Berpetualang Dalam Berbagai Pengalaman

CATATAN PERJALANAN SEORANG DOKTER INDONESIA DI GAZA#1 ~ KEBERANGKATAN..

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Tulisan ini adalah kisah nyata dari seorang dokter dari Bandung, Dr.Dadang Rukanta yang tergabung direlawan Tim Bulan Sabit Merah Indonesia saat beliau mengunjungi Gaza Januari-Februari 2009. Hari ini tepat setahun Israel menggempur Gaza melalui darat, laut dan udara dalam operasi "Cast Lead" yang menggemparkan dunia itu. Semoga ada hikmah yang bisa kita petik



Keberangkatan

Suatu yang mengejutkan ketika saya dihubungi untuk bersiap siap menjadi relawan Bulan Sabit Merah Indonesia ke Gaza Palestina yang porak poranda karena agresi Israel. Bagaimana tidak mengejutkan karena hanya dalam tiga hari dari saya mengajukan bersedia menjadi relawan sudah ada kabar akan keberangkatan, padahal saat itu untuk mendapatkan visa ke Mesir-negara yang akan menjadi pintu masuk ke Gaza- sangat sulit. Barangkali ini memang pertolongan Allah dan kemudahan yang diberikan untuk niat baik kami ini.

Kami berangkat hari sabtu tanggal 24 Januari 2009 pukul delapan malam dengan Singapore airlines. Seluruhnya kami ada 15 orang yang terdiri dari 8 orang dokter dari berbagai keahlian, Bedah Orthopaedi, Dr.Basuki Supartono dan Dr.dadang Rukanta, Bedah Umum, Dr Sahudi, Kandungan, Dr.Prita, Ahli Mata, Dr.Jamaludin, Ahli Anesthesi, Dr.Ki Agus Erick, Ahli Jiwa Dr.Fuady Yatim, dan Dokter Umum dengan avasin, Dr.Adang Sudrajat. Dua orang tenaga logistic, Pak Jalaludin dan Pak Mohamad Rudi, sedangkan 5 orang yang lain terdiri dari Baznas 2 orang dan Kispa 3 orang yang menumpang visa dgn tim BSMI. Tadinya direncanakan setelah konperesi pers di Markas BSMI pusat Jl.Dewi Sartika, tim akan dilepas oleh Menkes di Bandara Sukarno-Hatta, tetapi karena padatnya waktu Menkes yang saat itu baru tiba bandara dari tugas luar tidak sempat melepas kami. Kami melakukan boarding agak terburu-buru karena menunggu kepastian tadi. Jadinya kami dilepas sejumlah rekan wartawan yang setia mengantar keberangkatan kami. Karena terburu-buru itulah satu tas kecil berisi baju dan rompi BSMI tertinggal di Bandara.

Perjalanan dengan SQ mengharuskan transit di Bandara Changi Singapura. Kami transit sekitar tiga jam. Kami tiba di singapura sekitar pukul 11 malam waktu setempat yang lebih maju satu jam dari Jakarta. Dan kami akan terbang lagi langsung ke Kairo pukul 2 dini hari. Selama waktu transit kami manfaatkan untuk istirahat karena persiapan yang cukup melelahkan, apalagikebanyakan tim ini datang dari berbagai daerah seperti Lampung, Bandung, Surabaya dan Madura.

Tepat pukul 2.20 dini hari kami bertolak dari bandara Changi dengan tujuan langsung ke Kairo. Ini merupakan penerbangan langsung non stop selama kurang lebih 10 jam. Sudah dapat kami bayangkan akan menjadi perjalanan yang melelahkan dan panjang. Apalagi masih harus dilanjutkan dengan perjalanan darat Kairo-Raafah border dan Gaza. Perjalanan panjang ke Gaza sebenarnya baru dimulai, meski rasa lelah sudah mulai menyelimuti karena persiapan yang cukup singkat.

Selama dalam perjalanan di pesawat, kami mencoba untuk memanfaatkan waktu untuk istirahat, karena kami tahu perjalanan yang berat justru saat Kairo ke perbatasan Raafah dan saat mengusahakan bisa masuk ke Gaza lewat Raafah. Menurut informasi banyak relawan yang tertahan sampai satu minggu di perbatasan Rafah untuk bisa masuk Gaza. Alhamdulillah dengan servis yang baik dan kabin cukup nyaman kami dapat sedikit beristirahat.


Tiba di bandara Kairo hari masih pagi, sekitar pukul 6.50 waktu Kairo ini berarti pukul 11.50 waktu indonesia bagian barat, perbedaan waktunya memang cukup lebar sekitar 5 jam. Di Caro sedang musim dingin, terasa udara menusuk tubuh yang belum beradaptasi, tapi cukup nyaman karena tidak berkeringat . Disini kelembabanya sangat rendah. Kami dijemput tim dari Kairo yang merupakan para relawan mahasiswa Al Azhar yang sudah fasih berbahasa Arab. Menggunakan minibus Hijet, kami berangkat menuju wisma Nusantara tempat kami akan transit.




(Bersambung -> Catatan Perjalanan #2)
M. K. Ziyanulhaq

Inilah Cita-Citaku Kawan!

INILAH CITA-CITAKU KAWAN!

Aulia Rachman S. P. :
  • Cita-cita di ROHANI
“Meningkatkan ketaqwaan, pemahaman Islam, dan membangun jiwa yang berakhlak mulia, demi mendapatkan ridho-Nya serta tempat yang pantas disisi-Nya”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Membangun da’wah fisabilillah dan ukhuwwah Islamiyah dengan lebih baik, serta meningkatkan keistiqamahan, rasa tanggung jawab dan kreatifitasan anggota maupun pengurusnya dalam menjalankan amanah”

M. Ihsanuddin Karimullah :
  • Cita-cita di ROHANI
“Menjadi orang berilmu dan berakhlak mulia, agar menjadi contoh yang baik bagi yang lain”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Menjadikan anggota-anggota ROHANI, anggota yang lebih baik, berilmu dan bertaqwa demi terciptanya ROHANI yang pintar, taat, dan sopan”

Shiddiq Badruddin :
  • Cita-cita di ROHANI
“Menjadi seorang muslim yang memiliki iman dan akhlak yang bagus dan dapat masuk surga”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Menjadi ekstrakulikuler yang lebih baik dan dapat membawa anggotanya kearah yang lebih baik”

M. Iqbal K. :
  • Cita-cita di ROHANI
“Menjadi kader andalan yang shaleh”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Menjadikan kader-kader ROHANI yang shaleh yang dapat mengembalikan kejayaan Islam”

Sangga Tirakat :
  • Cita-cita di ROHANI
“Di ROHANI saya menjadi kader andalan dan juga di sekolah”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Saya ingin ROHANI menjadi ekskul wajib yang diikuti sebagian besar siswa/siswi SMPN 5 Bandung juga kader-kader ROHANI bias menjadi kader andalan di OSIS maupun di sekolah”

Abu Bakar Ahmad :
  • Cita-cita di ROHANI
“Ingin menjadi orang yang mendalami agama dengan benar dan masuk SMA dengan nama ROHANI”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“ROHANI menjadi organisasi Islam yang dikenal oleh masyarakat luas”

Rafindra :
  • Cita-cita di ROHANI
“Menjadi orang yang mengetahui ajaran-ajaran agama Islam yang dalam”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Menjadi organisasi yang dapat mendidik orang menjadi orang yang memahami agama Islam”

Muhammad Hafidh :
  • Cita-cita di ROHANI
“Menjadi orang yang lebih baik agar bisa mencapai surga yang tertinggi”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Menjadi ekstrakulikuler yang sangat maju dan terkenal di seluruh dunia”

Brilliant F. M. T. :
  • Cita-cita di ROHANI
“Ingin menjadi orang yang lebih baik dari sebelum masuk ROHANI”
  • Cita-cita ROHANI ke depan
“Mengubah sekolah biasa menjadi sekolah bersyariat Islam”

ROHANI, Allahuakbar!


Aulia Rachman Satria Prawira

Aku Iri Padamu!

AKU IRI PADAMU!


Aku iri padamu, mengapa setiap kali engkau bolos mentoring kau dimarahi mentor, sedang aku tidak.

Aku iri padamu, mengapa setiap kali engkau tidak menghafal barang satu ayat Al-Qur’an saja kau dimarahi dia sedang aku tidak.

Aku iri padamu, mengapa tatapan dia kepadamu dan kepadaku berbeda. Mentor kita menatapmu tajam tapi penuh makna sedang dia menatapku biasa dengan makna yang biasa.

Aku iri padamu, mengapa jabatan tangan antara engkau dan dia sangat erat hingga terlihat otot pada tangannya, sedang padaku biasa saja tidak.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih banyak melaksanakan shalat sunnah dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih rajin melaksanakan shaum sunnah dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih banyak mengeluarkan sedekah dariku.

Aku iri padamu, mengapa amalan serta amanahmu lebih banyak dariku.

Aku iri padamu, mengapa hidupmu terasa lebih indah dari hidupku.

Aku iri padamu, mengapa bebanmu terlihat lebih ringan dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih dibanggakan dariku.

Aku iri padamu, mengapa mentor kita lebih memilihmu.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih baik dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih diberikan kepercayaan dariku.

Aku iri padamu, mengapa engkau lebih banyak dido’akan malaikat daripadaku.

Aku iri padamu, mengapa Allah lebih ridha kepadamu daripadaku.

‘Mereka’ ingin engkau terlihat lebih baik dariku.

‘Mereka’ ingin engkau untuk menjadi nomor satu atasku.

Dia mengetahui karena Dia Maha Mengetahui sedang aku tak punya daya atas apa yang ku usahakan. Entah ingin iri apalagi padamu, yang jelas aku iri padamu.

Aku iri padamu.

Aku iri padamu.

Aku iri padamu!




Bumi Allah, 7 Rabiul Awal 1431 H – 21 Februari 2010 M
Annas Ta’limuddin Maulana

The Blessing In "No" (Ketika Tuhan Berkata "Tidak")

THE BLESSING IN "NO" (KETIKA TUHAN BERKATA "TIDAK")

I asked God to take away my pride. God said, "No. It is not for me to take away, but for you to give it up."

(Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, "Tidak Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.")

***

I asked God to make my handicapped child whole. God said, "No. Her spirit was whole, her body was only temporary."

(Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, "Tidak jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.")

***

I asked God to grant me patience. God said, "No. Patience is a by-product of tribulations; it isn't granted, it is earned."
(Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.")

***

I asked God to give me happiness. God said, "No. I give you blessings, happiness is up to you."
(Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan berkata, "Tidak Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.")

***

I asked God to spare me pain. God said, "No. Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to me."

(Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan. Tuhan berkata, "Tidak Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.")

***

I asked for all things that I might enjoy life. God said, "No. I will give you life so that you may enjoy all things."

(Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan berkata, "Tidak Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.")

***

I asked God to help me LOVE others, as much as God loves me. God said... "Ahhh, finally you have the idea!"

(Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cinta-Mu padaku. Tuhan berkata... "Ahhh, akhirnya kau mengerti!")

***

Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan do’a, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.


Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan, bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam – maklum anak kecil–.

Lalu kita meminta pada orang tua kita –seperti kita berdoa memohon pada Tuhan– dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam"... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way."


Maraji’:
TIM MEDIA ITSAR. 2008. E-Book Islami 1429. Bandung: MEDIA ITSAR

Ekspedisi Jasadi 2010

EKSPEDISI JASADI 2010


Assalamu'alaikum! Pertama-tama, perkenalkan, nama saya Ilman Dzikri Ihsani. Salahsatu alumni ROHANI yang insyaallah masih dan akan terus istiqamah di medan da'wah SMP. Khususnya SMP 5 tentunya.

Alhamdulillah... Setelah sekian lama, akhirnya ROHANI bisa kembali melakukan pendakian. Kali ini dikirim satu tim pendaki muda berisikan 5 anggota dan satu tim senior berisikan 3 anggota. tim pertama berisi siswa kelas 7 bernama Alif, Finlan, Bima, Farid, dan Rifki. Sedangkan tim kedua berisi 2 orang kelas 10, yaitu Mas'ul kita M. Ridha, Saya (Ilman) dan seorang kelas 8, yaitu Silmi. Target kali ini adalah puncak Tangkuban Parahu. Walaupun pagi hari langit kurang cerah, pendakian tetap dilaksanakan. Sekitar pukul 8.10 pendakian dimulai dari Jayagiri.

Pendakian luar biasa ini tergolong cepat. Walaupun sempat terhambat, pukul 12 kami telah sampai di puncak. Hal ini berkat semangat dan tekad para pendaki muda yang sangat terlihat selama pendakian. Satu hal yang luar biasa dari pendakian ini adalah kami tiba di puncak hanya beberapa menit sebelum adan berkumandang. Sehingga panggilan itu terdengar lebih indah saat memandang kawah Tangkuban Parahu.


Setelah beberapa saat di puncak, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat parkir karena hujan mulai turun. Meskipun baru pertama kali mendaki, dan langsung mendapat cuaca buruk, tim pendaki muda terlihat tetap semangat dan siap. Lagi-lagi kualitas para kader muda ini terlihat.

Pukul 13.30 kami sampai di tempat parkir. Mencari angkutan untuk kembali ke Bandung. Allah memudahkan perjalanan kami. Kami mendapat angkutan yang siap mengantar hingga Masjid Alkautsar. Selama perjalanan pulang tim pendaki beristirahat. Tak lupa melaksanakan shalat yang tak sempat didirikan di puncak. Pukul 15.00 seluruh tim tiba di Masjid Alkautsar dengan selamat. Foto-foto pendakian bisa dilihat di bawah.






Ilman Dzikri Ihsani

Mars ROHANI 554

MARS ROHANI 554


Hayo! LDS (Lembaga Dakwah Sekolah) mana lagi coba yang punya lagu ‘kebangsaan’ alias mars lagi selain ROHANI 554? Hehehe, bukannya as-shabiyah[1], kata-kata tadi cuma penyemangat untuk selalu istiqamah, hahaha... Mau tau lirik penyemangat utuk selalu istiqamah itu? Simak ya! Nih...:

Mari mengenal ekskul ROHANI
Ekskul yang asik di SMP Lima
Disana kita belajar Al-Islam
Untuk menjadi... muslim yang sejati...

Ada mentoring dan ada kemping
Sepak bola dan tafakur kota
Dihari libur, kita ke alam, mentafakuri... ciptaan Allah

Tahukah kamu unit-unit ROHANI?
Tempat berlatih kembangkan potensi
Ada Trester ada Leadership
Ada SSQ... R-Tech dan Jasadi...

Di unit Trester belajar berbisnis
Unit Leadership berorganisasi
Unit SSQ, sistem informasi
R-Tech teknologi... (Jasadi!) pencinta alam...

Bersama ROHANI...

(Mars ROHANI)


Hehehe, emang lucu ada LDS yang punya lagu ‘nasional’ sendiri. Tapi kembalikanlah niat lagu ini, semoga para kader ROHANI senantiasa istiqamah dalam jalan dakwah.

Dan dengan dilantunkannya lirik mars ROHANI 554 ini dunia maya, menandakan pula bahwa, blog ROHANI 554 resmi dibuka...! Yeaaah! –diiringi suara tepuk tangan hangat yang sangat banyak, juga pengguntingan pita oleh mas’ul[2] ROHANI, hehehe, becanda–

Masih bingung bagaimana cara menyanyikannya, dengan nada apa harus dinyanyikan, apa maksudnya, dll.? Coba tanya ke yang tau! Hehehe... ^^


Annas Ta’limuddin Maulana


[1] As-shabiyah = Fanatisme; bangga dengan kelompok sendiri

[2] Mas’ul = Penanggung jawab; pembina; pemimpin